Sabtu, 25 September 2010

Menko Polhukam: Negara Tidak Boleh Kalah

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto menegaskan, negara tidak boleh kalah dan menyerah dengan aksi-aksi bersenjata yang dilakukan kelompok teroris yang Selasa (21/9) malam menyerang markas Kepolisian Sektor Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatera Utara.

"Oleh sebab itu, instruksi saya kepada Kepolisian Negara RI adalah untuk segera mencari dan memburu serta menangkap dan memintanya pertanggungjawaban," tandas Djoko kepada Kompas, seusai melepas keberangkatan Wakil Presiden Boediono menuju New York, Amerika Serikat di Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Rabu (22/9/2010) pagi.

Menurut Djoko, Polri harus bekerjasama dengan aparat lainnya seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Intelijen Negara dan komponen masyarakat lainnya untuk segera menangkap dan memberikan ketenangan kepada masyarakat.

Saat ditanya apakah serangan kelompok bersenjata tersebut secara terbuka dapat disebutkan menantang pemerintah dan aparat keamanan, Djoko menambahkan, "Ya. Karena itu harus dilawan."

Sebagaimana diberitakan, Selasa malam, Mapolsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatera Utara, diserang kelompok bersenjata yang diperkirakan menggunakan enam buah sepeda motor dan melibatkan sekitar 15 orang. Akibat penyerangan tersebut, tiga anggota Polri yang berjaga-jaga di Polsek Hamparan Perak, Deli Serdang tewas mengenaskan.

Sebelum melepas keberangkatan rombongan Wapres, Djoko Suyanto sempat memberikan penjelasan mengenai peristiwa serangan kelompok bersenjata tersebut.

Ternyata Pakai Kacamata, Bisa Keliatan Tambah Tua Tiga Tahun



HASIL penelitian yang dilakukan oleh perusahaan riset One Poll untuk London Vision Clinic menyebutkan, kacamata membuat orang tampak lebih tua tiga tahun.
Mereka yang memakai kacamata dianggap lebih tua dibandingkan dengan orang-orang yang tidak memakai kacamata.



Dalam penelitian ini, mereka yang berusia 45 tahun dan lebih dari itu dianggap tiga tahun lebih tua.
Penelitian ini didasarkan pada survei dari 4.000 orang yang terbagi menjadi dua kelompok.

Kelompok pertama diberi 10 foto orang dengan kacamata dan diminta untuk menebak umur mereka dan mendiskusikan sifat-sifat pribadi mereka. Kelompok kedua diberi 10 foto orang yang sama tanpa kacamata dan diberikan pertanyaan yang sama. Hasil menunjukkan perbedaan usia.

Selain itu, ditemukan juga mereka yang memakai kacamata sebesar seperlima dari total partisipan cenderung dilihat sebagai sosok percaya diri dan dianggap orang yang lemah secara fisik.
Mereka juga lebih mungkin digambarkan sebagai geeky.
Beberapa orang mengatakan, mereka tampak mahir dalam mengoperasikan komputer.

Psikolog Dr Glenn Wilson yang menganalisis hasil mengatakan, "Penelitian ini menarik karena menyoroti penilaian cepat kita.
Selain kacamata membuat Anda terlihat lebih tua, tampaknya kita tak sadar masih membuat pernyataan bahwa orang yang memakai kacamata lebih lemah dan kurang percaya diri.
Asosiasi ini tampaknya terdengar di sekolah. Dengan seperempat dari responden mengaku mereka menggoda anak yang mengenakan kacamata,” katanya.

Sumber: http://www.krjogja.com/news/detail/5...iga.Tahun.html

Ekstrak Kudzu Penyembuh Kecanduan Narkoba



Washington (ANTARA News) - Ekstrak dari pohon Kudzu yang sedang dikembangkan untuk mengobati pecandu alkohol mungkin juga membantu dalam mengobati pecandu kokain, kata beberapa peneliti di Gilead Sciences Inc., Ahad.

Percobaan pada tikus memperlihatkan obat tersebut dapat menghentikan mereka mengkonsumsi kokain, demikian laporan tim Gilead di jurnal Nature Medicine.

Gilead mewarisi obat percobaan tersebut tahun lalu, ketika dihasilkan di CV Therapeutic Inc.

"Tak ada pengobatan yang efektif buat kecanduan kokain kendati ada banyak pengetahuan neurobiologi kecanduan obat," tulis Lina Yao, Ivan Diamond dan rekan mereka.

Kudzu adalah obat kuno buat pecandu alkohol. Tanaman rambat itu, tanaman asli Asia, telah menyebar ke sebagian besar wilayah Southeast, Amerika Serikat, setelah diimpor untuk mengendalikan erosi tanah.

CV Therapeutics membuat ekstrak sintetis yang disebut selective aldehyde dehyrogenase-2 inhibitor, atau "ALDH2i". Ekstrak itu menggunakan nama CVT-10216.

Percobaan pada tikus memperlihatkan ekstrak tersebut dapat menghentikan hewan pengerat itu mengkonsumsi kokain. Ekstrak tersebut juga dapat mencegah kambuhnya kecanduan itu setelah semua tikus tersebut terbebas dari kokain.

Mereka menemukan cara kerja ekstrak itu, yaitu menaikkan tingkat bahan yang disebut "tetrahydropapaveroline" atau "THP". Kecanduan kokain membuat tingkat satu bahan kimia otak yang disebut "dopamine" bertambah dan "THP" ikut campur dengan keadaan tersebut.

"Kami menduga ALDH-2 inhibitor yang aman, selektif dan dapat berubah seperti ALDH2i mungkin memiliki potensi untuk mengurangi kecanduan kokain pada manusia dan mencegah kambuhnya kondisi itu," tulis para peneliti tersebut.
(C003/A011)

Berinisial "D" umurnya lbh pendek?

Memilih nama untuk bayi Anda sudah cukup sulit - tetapi sekarang para peneliti telah menaikkan taruhan dengan mengklaim bahwa keputusan yang tepat bisa menambahkan hingga sepuluh tahun untuk kehidupan seorang anak.

Psikolog telah menentukan bahwa inisial pertama anda memiliki pengaruh besar pada umur panjang Anda, dengan orang-orang yang namanya dimulai dengan A hidup lebih lama secara signifikan mereka yang mulai dengan D.

Dan, mereka mengklaim, tanpa sadar hal itu memiliki keterkaitan untuk kelas sekolah, dimana A merupakan prestasi yang tinggi dan kegagalan dekat dengan D.

Mungkin karena dapat terlihat, para peneliti menyarankan hal ini berarti orang dengan nama D lebih mungkin mengembangkan seumur hidup rendah diri, yang, pada gilirannya, dapat menurunkan pertahanan mereka terhadap penyakit.

Tetapi mereka juga menyarankan orang tua dari latar belakang miskin, yang memiliki harapan hidup rendah, lebih mungkin untuk memberikan anak-anak mereka nama yang diawali dengan D.

Tulisan yang dipublikasikan dalam jurnal sains internasional Death Studies menyatakan: 'harga diri yang mungkin berkembang dalam hubungannya dengan memiliki nama pertama yang diawali dengan D mungkin berasal dalam kehidupan akademik awal.

"Sepanjang hidup, kita terus-menerus diingatkan bahwa A melambangkan yang terbaik, sedangkan D dianggap sebagai hampir gagal. Dengan beberapa pengecualian, D menandakan kinerja yang buruk. "

Penelitian oleh psikolog di Wayne State University di Detroit memeriksa rentang hidup lebih dari 10.000 atlet profesional, dokter dan pengacara lahir antara 1875 dan 1930.

Mereka melihat khususnya pada mereka yang namanya dimulai dengan huruf A, B, C atau D - kelas biasanya digunakan di sekolah-sekolah Amerika, yang secara tradisional tidak memiliki kelas E. Mereka dengan nama yang diawali dengan E sampai Z digambarkan sebagai 'kelas-tidak relevan'.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka yang nama depan dimulai dengan D tinggal, rata-rata, hidup lebih pendek dari mereka yang namanya mulai dengan E sampai Z.

Atlet profesional dengan nama D hidup menjadi rata-rata 69,2 tahun, dibandingkan dengan 73,4 untuk A nama dan 71,3 untuk E dengan nama Z.

Perbedaan yang paling menonjol adalah untuk pemain basket. Rata-rata, mereka dengan nama A hidup lebih lama mereka dengan nama D sebesar 9,5 tahun.

Penelitian terbaru berikut penelitian lain yang menemukan bahwa nama dapat mempengaruhi keputusan hidup utama. Misalnya, orang dengan nama Lawrence lebih cenderung menjadi pengacara (lawyer in english) sementara Dennises over-diwakili antara dokter gigi (dentist in english).

Dr David Holmes, psikolog di Manchester Metropolitan University, mengatakan: "Ketika merawat anak-anak kita, kita memberikan banyak pemikiran untuk menjaga kuman di teluk tetapi tidak ada sama sekali terhadap dampak kesehatan nama.

'Penelitian ini - yang memiliki relevansi untuk umur saya sendiri - menunjukkan nama memiliki lebih banyak dampak daripada kita pernah memberi mereka kredit.

"Kami menganggap alfabet sebagai semacam hirarki, yang kita gunakan untuk mengkompilasi daftar dan perintah.

'Akibatnya, kita melihat orang-orang dengan nama tertentu yang berbeda, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi bagaimana kita memperlakukan mereka. Hal ini dapat mempengaruhi berbagai faktor seperti umur panjang, kesehatan dan bagaimana mereka bergerak melalui kehidupan. "

Paris Hilton Batal ke Jakarta



Pupus sudah mimpi penggemar Paris Hilton melihat pujaannya hadir di Jakarta. Paris Hilton dipastikan batal mengunjungi Indonesia. Apa sebabnya? "Menurut manajemennya karena ada permasalahan di Jepang," jelas Nidya Indriasari, Humas MRA Group, ketika dihubungi Yahoo! Indonesia lewat telepon, Rabu (22/09/2010). Pihak MRA mendapat konfirmasi pembatalan langsung dari manajemen Paris sekitar Rabu (22/9) petang.

Menurut rencana Paris akan berada di Jakarta mulai 24-25 September 2010 dalam rangka Asia Tour 2010. Perempuan kelahiran 17 Februari 1981 itu dijadwalkan akan menghadiri pembukaan toko Paris Hilton Handbags and Accesories di Grand Indonesia serta peluncuran majalah HELLO! Indonesia di Pacific Place, SCBD, Jakarta.

Dengan kabar tersebut, pihak MRA Group selaku pemegang lisensi Paris Hilton Handbags and Accesories serta majalah HELLO! Indonesia mengaku kecewa. "Tapi kita berharap ada perubahan di menit-menit akhir," imbuhnya. Selain di Jakarta, Paris juga batal menemui fansnya di Jepang dan Malaysia.

Meski batal datang, acara pembukaan toko Paris Hilton Handbags and Accessories dan peluncuran majalah HELLO! Indonesia tetap dilangsungkan.

Batalnya Paris Hilton disinyalir karena perempuan berambut pirang itu tertahan di Bandara Narita, Tokyo, Jepang. Pihak imigrasi melarang pemain film 'House of Wax' tersebut masuk ke negeri sakura terkait kasus narkoba yang menjerat Paris baru-baru ini.

[BAHAYA!!] yang suka ngadem pake AC

Hidup di kota besar pasti tidak bisa lepas dari pendingin ruangan (AC) yang membuat orang merasa sedikit nyaman karena udara di luar yang sangat panas. Tapi penggunaan pendingin ruangan secara terus menerus ternyata bisa berbahaya.

Bekerja seharian di ruang yang menggunakan pendingin ruangan saat ini sudah seperti kewajiban sejak beberapa tahun terakhir. Hal ini disebabkan semakin panasnya suhu udara yang diakibatkan oleh pemanasan global. Padahal penggunaan pendingin ruangan juga salah satu penyebab terjadinya pemanasan global karena menipisnya lapisa ozon.

Para pekerja yang bekerja di dalam ruangan tertutup lebih terpapar oleh polutan yang berada di dalam ruangan. Polutan tersebut berasal dari penggunaan bahan bangunan sintetis yang terus meningkat serta bisa juga berasal dari perawatan pribadi orang tersebut dan produk-produk rumah tangga lainnya yang mengandung berbagai macam zat kimia.

Pada gedung tertutup yang menggunakan pendingin udara, maka sirkulasi udaranya hanya berputar disekitar tempat yang itu-itu saja dan ditambah adanya polutan pada udara yang sama. Hal ini bisa memicu timbulnya Sick Building Syndrome. Sindrom ini bisa mengakibatkan infeksi saluran pernafasan serta dapat memperburuk penderita penyakit asma dan alergi akibat udara yang kotor.

Gejala yang ditimbulkan dari sindrom ini adalah sakit kepala, pusing, sinus dengan hidung tersumbat, gatal-gatal, mata mudah merah dan berair, gatal tenggorokan, mual, lesu dan sulit untuk berkonsentrasi. Jika tidak segera ditangani maka bisa menimbulkan penyakit yang lebih serius. Selain itu penggunaan pendingin ruangan yang terus menerus bisa membuat kulit menjadi kering dan tubuh kehilangan cairan.

Beberapa hal yang harus diingat jika menggunakan pendingin ruangan yang terus menerus, seperti dikutip dari Health24, Selasa (8/9/2009):

1. Rajin memeriksakan kebersihan dari pendingin ruangan seperti mengecek kadar freon secara teratur.
2. Gunakan sistem filtrasi yang bisa menghilangkan beberapa polutan, sehingga mengurangi efek yang tidak bagus bagi pemakainya.
3. Konsumsi cairan yang cukup sehingga tubuh tidak mengalami dehidrasi.
4. Jika memiliki masalah kesehatan serius yang berhubungan dengan pendingin ruangan, segera diobati dan cari tahu apa penyebabnya.
5. Untuk itu rawatlah pendingin ruangan dengan baik, supaya tidak menimbulkan masalah bagi pemakainya. Serta berhematlah dalam penggunaanya agar lapisan ozon tidak semakin menipis sehingga memperlambat terjadinya pemanasan global.

Gile : Indonesia Paling Korup di Asia-Pasifik

Indonesia menggeser posisi Kamboja sebagai negara paling korup.

SINGAPURA - Indonesia, salah satu negara berkembang yang menjadi bintang pada masa krisis keuangan global, dinobatkan sebagai negara paling korup dari 16 negara di Asia-Pasifik yang menjadi tujuan investasi. Penobatan Indonesia sebagai negara paling korup berdasarkan survei ekonomi Political and

Economic Risk Consultancy (PERC) yang dirilis kemarin. Lembaga konsultan yang berbasis di Hong Kong ini menempatkan Indonesia di urutan pertama dengan nilai 9,07 dari 10 negara yang diteliti sepanjang 2010. Peringkat berikutnya ditempati Kamboja, Vietnam, Filipina, Thailand, India, Cina, Taiwan, Korea, Macau, Malaysia, Jepang, Amerika Serikat, Hong Kong, dan Australia. Hanya Singapura yang tidak masuk kelompok paling korup di Asia-Pasifik.Survei ekonomi PERC melibatkan 2.174 responden dari pelbagai kalangan eksekutif kelas menengah dan atas di Asia, Australia, dan Amerika Serikat. Dari hasil penelitian ini, skor yang diraih Indonesia tahun ini lebih tinggi dibanding tahun lalu, yakni 7,69. Hasil survei itu juga menunjukkan bahwa Indonesia menggeser posisi Kamboja, yang dinobatkan sebagai negara paling korup di Asia-Pasifik tahun lalu.

Berdasarkan temuan PERC, korupsi yang merajalela di semua lini dan tingkat menjadi penghambat bagi pemerintah Presiden Yudhoyono memerangi korupsi. Hambatan ini datang terutama dari politisasi isu dari pihak-pihak yang merasa terancam oleh upaya pemerintah memberangus korupsi."Korupsi telah menjadi beban dan digunakan oleh orang-orang yang korup untuk melindungi diri mereka sendiri dan menahan reformasi," kata PERC dalam keterangan tertulisnya. Karena itu, setiap perjuangan melawan korupsi di Indonesia bisa terancam rusak.

Penelitian PERC ini mengkaji bagaimana korupsi mempengaruhi berbagai tingkat kepemimpinan politik dan pelayanan sipil. Survei itu juga melihat bagaimana korupsi dianggap memiliki pengaruh pada lingkungan bisnis secara menyeluruh dan seberapa jauh perusahaan mengatasi masalah internal serta eksternal jika menghadapi masalah tersebut. Menanggapi hasil penelitian PERC ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan usaha memperbaiki reputasi dan kinerja birokrasi memang bukan pekerjaan mudah. Karena itu, dia berharap refor-
masi birokrasi yang dijalankan tak hanya didukung oleh pemerintah. Reformasi birokrasi harus didukung oleh lembaga negara lainnya, baik badan legislatif maupun yudikatif. "Itu akan terlihat dari bagaimana masing-masing pejabat memperbaiki reputasi dan kinerjanya," kata Sri Mulyani kepada wartawan di Jakarta kemarin.

Meski demikian, Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah akan tetap berkomitmen menjalankan reformasi birokrasi dengan memperbaiki pelayanan dan integritas.Secara khusus, dia meminta Kementerian Keuangan yang dipimpinnya bisa tetap mengisinya dengan berbagai berita positif melalui upaya menjaga anggaran belanja negara agar tetap sehat. "Kami juga akan mencoba tetap menjaga persepsi risiko terhadap Indonesia terutama dari sisi anggaran negara agar tetap terkontrol," katanya. MSUUMHHUI WOWO UUB