Jumat, 17 September 2010

Sejarah iPod

Apple yang lebih dikenal sebagai
developer software yang gemar
membuat software untuk pasar
perangkat digital tiba-tiba saja
membuat digital music playernya
sendiri. Sejarahnya, pemikiran untuk
membuat iPod berawal dari
pandangan perusahaan terhadap
pemutar musik digital yang sudah
ada dipasaran yang mereka nilai
“ besar dan berat atau kecil tapi
tidak berguna” dengan antar muka
yang “mengerikan”, maka mulailah
Apple memutuskan untuk membuat
perangkatnya sendiri. Kepala
insinyur hardware Apple, Jon
Rubinstein, menyusun tim insinyur
untuk mendesain perangkat
tersebut, termasuk didalamnya
adalah Tonny Fadell, insinyur
hardware Michael Dhuey, dan
insinyur desain Jonathan Ive,
dengan ujung tombak Stan Ng
sebagai manajer pemasarannya.
Produk ini didesain dalam kurun
waktu kurang dari 1tahun dan mulai
diperkenalkan ke pasaran pada
tanggal 23 Oktober 2001. CEO
Steve Jobs mengumumkan produk
pemutar musik digital yang
kompatible dengan software Apple
Mac ini dengan kapasitas hard drive
5 Gb yang memungkinkan anda
membawa “1000 lagu kedalam
kantong anda”.

Awalnya Apple tidak membuat
software untuk iPod seluruhnya,
melainkan masih mengandalkan
platform PortalPlayer yang biasanya
kompatible dengan Mp3 player
produksi IBM, dimana platform ini
berbasis Core 2 ARM. Apple
kemudian mengontrak perusahaan
lainya, Pixo, untuk membantu desain
dan implementasi sistem
antarmukanya, dibawah pengaasan
Steve Jobs. Mulai saat
diluncurkannya IPod mini, font
Chicago yang pernah digunakan oleh
generasi sebelumnya akhirnya
diganti dengan font Espy Sans.
Kemudian Apple mengganti lagi font
untuk iPod menjadi Podium Sans,
font yang mirip dengan font Myriad
milik perusahaan Apple. Produk iPod
yang sudah menggunakan layar
berwarna kemudian mengadopsi
theme-theme khas Mac OS X
seperti Aqua progress bar dan
Brushed metal pada tampilannya.
Tahukah anda, nama iPod pertama
kali diusulkan oleh Vinnie Chieco,
juru ketik freelance yang dipanggil
oleh manajemen Apple untuk
memberi masukan tentang
bagaimana cara memperkenalkan
produk pemutar musik baru kepada
publik. Setelah Chieco melihat
pemutar musik digital yang terlihat
simple namun canggih ini, seketika
Chieco teringat pada sebuah film
tahun 2001 “A Space Odyssey” yang
pernah ia tonton dan ia teringat
pada dialog “Open the pod bay door,
Hal!” dimana yang dimaksud dengan
kata “Pod” disini maksudnya adalah
EVA Pods yang terdapat pada kapal
antariksa Discovery One di film
tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar