Jumat, 10 September 2010

Tanda-tanda Stres yang Sering Terabaikan

Stres akibat rutinitas bekerja seringkali tidak disadari, hingga akhirnya menumpuk lalu menjadi penyakit. Padahal tanda-tanda stres bisa dikenali dari hal-hal sepele yang sering terlupakan.

Seperti dikutip dari Health24, Selasa (7/9/2010), hal-hal kecil yang bisa menandakan sudah waktunya seseorang harus beristirahat di antaranya adalah sebagai berikut.

Tidak tenang
Mudah lupa, tidak percaya diri dan tidak bisa fokus pada satu pekerjaan bisa menandakan bahwa seseorang tengah dilanda stres. Jika menghadapi kondisi seperti ini, sebaiknya hentikan aktivitas sejenak lalu beristirahatlah sembari minum secangkir teh hangat.

Sering menguap
Jika tidak mengantuk tetapi rasanya ingin menguap sepanjang hari, itu tandanya sedang dilanda stres. Tanpa disadari, stres memicu pernapasan dangkal sehingga orang jadi sering menguap untuk mendapatkan suplai oksigen yang cukup.

Berkeringat sepanjang hari
Stres memicu pelepasan hormon catecholamine yang membuat darah menjadi lebih kental, sehingga tekanannya meningkat dan tubuh menjadi mudah berkeringat. Jika dibiarkan, lama-lama kondisi ini bisa memicu serangan jantung dan kematian lebih awal.

Bau badan
Karena menjadi sering berkeringat, wajar jika seseorang yang sedang dilanda stres juga akan bermasalah dengan bau badan. Masalah ini bisa diatasi dengan deodoran serta mandi lebih sering, namun akan lebih baik jika dicari dulu penyebab stres yang sesungguhnya lalu diatasi sampai tuntas.

Penyalahgunaan zat adiktif
Tidak selalu berwujud alkohol dan narkotika, kopi dan rokok juga merupakan zat adiktif yang paling sering dijadikan pelarian ketika stres melanda. Zat-zat tersebut memang bisa membuat rileks, namun hati-hati karena bisa menyebabkan adiksi atau kecanduan.

Mulut kering
Stres menyebabkan pelepasan air liur berkurang, sehingga menyebabkan mulut kering, bau napas tidak sedap dan berbagai masalah mulut lainnya. Kondisi ini hanya bisa diatasi degnan minum air putih banyak-banyak.

Nyeri otot
Saat berada dalam tekanan psikis, otot akan berkontraksi lebih kuat sehingga sering berakhir dengan rasa nyeri terutama pada punggung bagian bawah. Lakukan peregangan sesering mungkin, jika perlu istirahatkan dengan merebahkan diri sejenak di sofa.

Sakit kepala
Tekanan darah yang meningkat serta kontraksi otot di mana-mana pada akhirnya akan berdampak ke saraf otak. Kepala terasa nyeri, sehingga butuh relaksasi berupa mandi air panas atau pijat untuk meredakannya.

Batuk
Melemahnya daya tahan tubuh karena stres menyebabkan sering batuk meski tidak sedang terserang flu. Gelisah juga dapat memicu iritasi lambung yang dicirikan dengan masuk angin, nyeri dada serta diare.

Rambut berketombe
Daya tahan tubuh yang melemah juga berdampak pada kulit kepala. Sedikit saja lengah, infeksi jamur mejadi lebih mudah menyebabkan ketombe saat sedang dilanda stres.

Kaki gelisah
Keseimbangan kimiawi dalam tubuh terganggu selama stres, sehingga gerakan kaki menjadi tidak terkontrol terutama saat tidur. Kaki rasanya tidak mau diam, selalu bergerak dan kadang-kadang ingin menendang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar